Showing posts with label Leadership. Show all posts
Showing posts with label Leadership. Show all posts

Para Pelayan Tuhan..

Posted by Unknown Sunday, 26 May 2013 0 komentar
Kurenungi malam ini, bentuk kegelisahan hati yang tak berujung, menuai tanya tanpa ada kepastian dalam hruk pikuk kehidupan mencari sebongkah kebenaran yang hampir setiap saat diplesetkan oleh pikiran-pikiran nakal dan liar.

Seakan tanpa jejak kita mencoba membangun dan merangkai kembali tuhan-tuhan baru untuk dilayani, tuhan sebagai pemuas kenikmatan dan kesenangan yang arogan. Kembali merebak dalam berbagai bentuk keyakinan yang terstruktur oleh aturan-aturan yang mengikat dan mengharuskan pikiran-pikiran liar itu harus patuh dan tunduk pada aturan yang seringkali dipaksakan dengan atas nama adat-istiadat yang hukunya wajib untuk diikuti. keliaran pikiran kahirnya terpenjaran dalam ruang yang terbatas.

Sepertinya aturan itu adalah hasil pikiran-pikiran yang disepakati secara berkelompok, siapapun denggan rangkaian bahasa yang indah dan apik, berupaya membuat pembenaran-pembenaran dengan berpedoman pada akal yang licik untuk mempropaganda pembenaran dengan mengatasnamakan kitab yang paling suci sebagai pedoman untuk melayani Tuhan.

Tuhan yang mana untuk dipatuhi dan dilayani setiap saat? apakah Tuhan perlu untuk dilayani? semuanya hanya ada dalam hati setiap insan yang bertuhan...

Makin banyaknya agama sebagai keyakinan untuk berjalan menuju yang hakiki, justru menambah kebingungan dan ketidakberdayaan pemeluknya, semua berdalih bahwa kita sebagai manusia wajib hukumnya untuk melyanani Tuhan, apakah itu sebagai bentuk doktrin, dengan membersihkan otak-otak yang sudah penuh dengan kesibukan setiap saat, dan untuk mencari kedamaian dalam hati, dengan menjadi pelayan Tuhan..

Bukan dalam rangka mendiskreditkan para perempuan yang harus bersimpuh untuk menjadi orang nomer dua, tetapi lembah persoalan yang seringkali menjadi kontroversial, berawal dari keinginan-keingina yang meletup-letup dalam diri, masih ingatkah perempuan pertama yang bernama ibunda Hawa sebagai selimut cinta bagi sang Adam, disitu masih banyak penafssiran yang cenderung debatebel, mengenai hal diperbolehkan ataupun sesuatu yang dilarang, dan pihak ketiga tetaplah berperan sebagai sang penggoda untuk merayu dan melakukan hal dilarang, yaitu melahap buah khuldi ditengah taman surgawi.

Jika kita pelayan sejati Tuhan, maka layanilah Tuhan, Jika kita pelayan iblis, layanilah iblis itu dengan sepenuh hati, Jika kita pelayan diri dan Tuhan maka seimbangkanlah perjalanan menunju kedamaian, semuanya memiliki konsekuensi yang harus dijalani, tak peduli apakah engkau orang hitam, putih, kuning langsat, atau orang yang berkulit sawo matang.

Pelayan-pelayan Tuhan, apakah bidadari surgawi, atau para bidadari yang masih berkeliaran dan masih menghembuskan nafas didunia, masih penuh dengan tanda tanya yang tak terpecahkan, meski banyak pembenaran-pembenaran dalam kitab suci yang menjadi keyakinan pada tiap-tiap agama yang dianut.

Para pelayan Tuhan pasti cantik dan eksotis, sehingga yang memandangnya akan takjub dan terpana...silau oleh keinginan dan nafsu yang ambisius.

Baca Selengkapnya ....

Berkelana!!

Posted by Unknown Friday, 24 May 2013 0 komentar
Sepanjang waktu bergumam dengan alam, manusia, dan Tuhan, Menumpahkannya dalam bentuk tulisan, masih sulit untuk dipahami kemana arah ini akan mencapai puncaknya, ketika banyak tangga yang harus dilewati.

Jujur bahwa pengembaraan ini masih belum sebanding dengan pembelajaran yang kudapatkan, masih banyak celah-celah yang belum kutemukan dan juga masih belum terjawab sepenuhnya atas kegelisahan yang seringkali tumpah dalam aliran sunyi.

Ketika Tuhan mengatakan : "Aku tidak akan merubah nasib suatu kaum, kalau Kaum itu tidak merubahnya sendiri", perlu dicermati kembali, apa yang menjadi Statemen Tuhan dalam ayat yang menurut penulis pribadi kebenarannya tidak diragukan lagi, dan tentu saja hal itu bisa kita buktikan bersama-sama. kemudian muncul dalam benak, membuat suatu perubahan itu berapa persenkah dalam diri, dan juga berapa persen kehendak Tuhan ikut campur dalam kerangka membuat perubahan tersebut? masih menjadi teka-teki dan juga masih serba misterius, yang pada akhirnya semua terserah pada finishing Tuhan.

Menjadi seorang musafir dan bertahan dalam situasi yang akut memang tidak mudah, tidak banyak orang yang istiqomah memperjuangkan keyakinannya, bahkan yang lebih menyakitkan, ketika keyakinan hanya dijadikan topeng untuk meraup kekayaan. mungkin saja itu benar menurut persepsi mereka, atau mungkin saja bahwa semua yang ada dimuka bumi ini hanyalah permainan dan panggung sandiwara saja.

Siapapun pasti akan mengatakan bahwa hidup ini adalah perjalanan, ibarat sang waktu yang berputar dari satu titik ke titik yang lain, sehingga pada saat-saat tertentu perlu singgah untuk merenungkan kembali kesalahan-kesalahan yang terjadi, sebagai salah satu refrensi untuk melakukan yang terbaik.

Aku berkelana dalam kesendirian yang sunyi, semakin masuk kedalam dan terlena dengan kegilaan-kegilaanku dengan pikiran, perasaan dan tulisan, tak ingin berhenti, meski badai ekonomi menjadi ranjau-ranjau dimana-mana yang tak bisa kupungkiri keberadaannya menjadi jebakan yang mematikan.

Sepanjang waktu berpikir untuk menjadi yang baik dan terbaik, dari banyak gerakan yang hidup dalam tulisan.





Baca Selengkapnya ....

Bukan Tak Ingin Hadir Untuk Menjemput Cinta-Mu

Posted by Unknown Thursday, 23 May 2013 0 komentar
Siang ini mentari begitu sempurna memancarkan cahayanya, meski terasa sedikit panas menyengat pori-pori tak harus menghentikan langkah untuk menjadi diri yang sempurna, namun kenyataan ini begitu sulit untuk dipahami, tidak perlu jauh-jauh menilai dan mengevaluasi orang lain atau orang-orang disekitar kita, cukuplah kita mengevaluasi diri sendiri, mengenai kekurangan, kelebihan, suka, duka, dan seterusnya.

Aku masih bingung, dan dalam lingkaran ini masih belum finishing untuk melihat, mendengar, membaca, memahami, mengoreksi pergolakan dalam diri. Bukan lantas pembenaran-pembenaran yang acapkali hanya menjadi topeng-topeng kemunafikan, barangkali siapapun diri ini menginginkan yang terbaik dan suci, tetapi bukan dalam rangka arogansi dengan ke ber-Tuhan-an kita sebagai ummat yang berkeyakinan monoteisme.

Identitas sebagai simbolik pengenalan memang perlu adanya, tetapi tanpa harus menghilangkan bahkan membunuh bentuk yang esensial dalam diri, karena hidup ini adalah perjalanan yang memiliki banyak arah dan tujuan, ketika langkah ini salah, tentu akan menuai kritik dan dampak negatif yang akan didapatkan, begitu pula sebaliknya, langkah yang benar akan selalu terkoneksi dengan Tuhan sebagai satu-satunya tempat bergantung tanpa tendensi apapun.

Semakin banyak persepsi yang muncul yang cenderung kontroversial satu sama lain, terkesan bahwa Tuhan dikebiri dan mau diatur oleh kita, sementara Tuhan sendiri sang maha pengatur alam jagad raya, dan manusialah yang sesharusnya menerima aturan tersebut. Persepsi yang muncul dan berkembang seiring dengan kondisi Zamam yang kian berubah, sehingga bangunan dari pola pikir pun juga muncul pergeseran.

Bukan tak ingin hadir atas apa yang Engkau perintahkan,  untuk menjemput cinta dan kedamaian-Mu, namun hatiku masih bergejolak, dan aku masih memohon dengan sangat untuk dispensasi dan toleransi, jika engkau Bekenan ya Tuhan-ku....dan jika tidak berkenan mohon siksamu yang sanggup aku bawa untuk berlari dengan derai air mata yang penuh penyesalan dan pengabdian hanya untuk-Mu.

Aku tahu bahwa perintah itu sudah terangkai dalam huruf-huruf yang terangkai dalam kitab suci yang bernama Al-Qur'an, disitu sudah sangat jelas pada satu sisi, namun pada sisi yang lain penuh dengan penafsiran yang membuat dunia dan kehidupan ini berjalan dengan dinamis dan berkembang sepanjang waktu.

Tuhanku tak perlu dibela, dan akupun tidak pantas mengeluarkan surat pembelaan atas gejolak yang selalu muncul setiap saat yang terus bergelombang dalam hati.

 
 



Baca Selengkapnya ....

Tiada Hari Tanpa Menulis

Posted by Unknown 0 komentar
Hidup ini memang sudah terangkai dalam bentuk huruf-huruf yang digariskan oleh Tuhan, sehingga dalam ajaran agam pun hal ini disebut dengan takdir. Setiap inidividu telah menuliskan garis kehidupannya sesuai dengan persepsi dasar yang telah menjadi profesi dalam merangkai cerita dipanggung kehidupan ini.

Dalam perjalanannya, banyak cara dan strategi yang ditempuh oleh manusia, secara umum ada yang konsisten dengan apa yang diyakini untuk diwujudkan, dan ada yang tidak konsisten, karena beranggapan bahwa hal itu tidak akan terswujud, dan hanya bermukim dalam angan yang berbentuk impian semata.

Menjadi apa yang kita inginkan dalam bentuk persepsi dan keyakinan, kami rasa memang tidak mudah, apalagi untuk mewujudkan dalam dunia nyata yang bisa dirasakan oleh penulis, pembaca, dan yang pasti masyarakat umum untuk diajak merasakan manfaatnya, dengan membaca dan menulis, kita berusaha untuk menuangkan ide, gagasan, pemikiran, dan pesan untuk pembaca, sehingga manfaat tersebut bias dirasakan secara perlahan-lahan dan mendalam, dengan dikerangkai niat yang tulus dan dengan tujuan ikut serta mencerdaskan anak bangsa menuju kehidupan yang beradab.

Dengan menulis menjadikan diri lebih berkualitas, berpengetahuan, dan berjalan dengan obor kebenaran, walaupun tidak bias kita pungkiri, kalau bicacra kebenaran masih sama-sama mencari Kebenaran yang sesuai keyakinan dan terkoneksi dengan kehendak Ilahi Robby.

Tidak semua orang suka dengan profesi  penulis, apalagi gagasan-gagasan yang dituangkan cukup controversial untuk dikonsumsi oleh masyarakat umum, begitu pula argumentasi-argumentasi yang tertuang tersesbut ada indikasi mendiskreditkan salah satu kelompok, baik hal itu kelompok Orpol, Ormas, maupun tulisan yang mengarah pada tendesi kekuasaan.

Gagasan dan pendapat dalam bentuk tulisan menjadi sorotan tersendiri, baik tulisan tersebut berbentuk fiksi, non fiksi, maupun tulisan yang berbentuk faksi, karena pada hakekatnya huruf-huruf itu memiliki bentuk dan wujud yang bisa dibaca, dipahami, dimingerti dan pembaca merasakan langsung dari maksud dan tujuan dalam rangkaian huruf yang telah menjadi bait-bait yang menyatu menjadi paragrafh.

Kami akui tidak mudah menjadi seorang penulis professional, yang murni menuangkan gagasan beserta argumentasinya yang akurat, sebab penyajian data, peristiwa baik yang langsung maupun yang tidak langsung disusun menjadi kronologi tulisan.

“Tiada Hari Tanpa Menulis”, merupakan hal ikhwal bagi kami untuk terus aktif menulis dalam konstek situasi dan kondisi yang berbeda, karena kami masih berkeyakinan, bahwa sesuatu yang kami kerjakan tanpa adanya istiqomah, maka sesuatu yang kami harap dan kami dambakan tidak akan pernah terwujud dalam kehidupan ini.

Barangkali inilah jalan hidup yang menjadi pilihan, meski hari ini kami tidak mendapatkan upah yang melimpah ruah, dan masih belum juga meraih kesuksesan, seperti penulis-penulis besar lainnya, tetapi hal ini sebagai ladang untuk belajar, mengasah diri, mempertajam analysis, dan terus memantau perubahan demi perubahan dalam konstek social, baik dalam bangunan budaya, ekonomi, politik, birokrasi, social-kultur dan seterusnya.

Dengan demikian catatan kecil yang kami rangkai menjadi sebuah karya, baik itu fiksi, faksi, maupun non fiksi, pada kenyataannya hal ini adalah bagian dari proses diri untuk belajar dan menjadi insane paripurna yang bermanfaat dan memiliki manfaat baik untuk diri sendiri, keluarga, dan tentu saja bagi masyarakat secara umum.

Baca Selengkapnya ....

Tidak Mudah Menjadi Seorang Penulis Besar

Posted by Unknown Monday, 20 May 2013 0 komentar
Menjadi seorang penulis itu memang tidak semudah membalikkan tangan, begitu pula dengan pemula yang masih jalannya tertatih-tatih dengan kondisi memprihatinkan, kekurangan, serta keterbatasan yang hal itu banyak mengurai air mata dan pikiran, tetapi hal ini kembali pada pilihan-pilihan hidup yang menjadi salah satu tantangan untuk selalu eksis dengan apa yang sudah digelutinya. semua pasti akan sampai pada puncaknya.

Salah satu contoh yang bisa kita amati bersama, seorang penulis yang hidupnya juga terlunta-lunta, yaitu J.K. Rowling, siapa yang tidak mengenal dengan pnulis yang satu ini, yang karyanya cukup bombastis, dan mampu menghipnotis jutaan orang diseluruh dunia, apalagi novelnya tentang Harry Potter dianggkat oleh Warner Bross.

Rowling mendapatkan puncak karir nya setelah menghasilkan 7 seri Harry Potter yang ia tulis sejak 1997 sampai 2007. Novel anak-anak yang mengisahkan dunia sihir berlatar Inggris itu, tercatat sebagai sebuah novel dengan penjualan jutaancopy di seluruh dunia. Tercatat Harry Potter terjual lebih dari 450 Juta eksemplar di seluruh dunia, dan diterjemahkan ke 73 Bahasa.  

Ketika novel itu diangkat menjadi film oleh Warner Bros, popularitas Rowling telah mencapai puncaknya. Apa yang bisa melebihi karir seorang penulis, yang karyanya diangkat menjadi sebuah film blockbuster di seluruh dunia. Mungkin saja jutaan penonton Harry Potter, sebenarnya tidak pernah benar benar membaca novelnya. Mungkin saja jutaan anak muda yang antre ketika film Harry Potter sekuel terakhir diputar, bahkan tidak mengenal J.K.Rowling sebagai penulis novel nya. 

Tapi tak apalah, karena toh karya Rowling itu jadi bisa dinikmati oleh lebih banyak orang, lebih dari jumlah pembacanya sejak awal. Ia telah mendapatkan klimaks dalam perjalanan karirnya, dan tentunya mendapatkan kekayaan berlimpah dari semua itu. 

Tahun 2012 inilah bagian terbaiknya, Rowling mengumumkan bahwa ia akan merilis novel yang sama sekali berbeda dari image produk sebelumnya. Ia dikenal sebagai penulis Harry Potter, dan dipuja oleh anak-anak remaja tanggung di seluruh dunia. Kali ini ia akan merilis novel drama dewasa, dan menanggalkan image penulis cerita fantasi anak-anak.
Apa yang terjadi? Bagaimana mungkin seorang penulis kisah dunia sihir, yang telah melekat di hati jutaan 
pembacanya selama lebih dari satu dekade sejak pertama diterbitkan, kini akan menanggalkan jubah kebesarannya? Rowling akan mengubah positioning-nya, mengubah citra diri dan produknya, menjadi penulis drama untuk pembaca dewasa. Dalam kasus ini, inilah salah satu contoh aktivitas re-brands, yang berarti seseorang atau sebuah produk mengubah sama sekali citra dari yang telah dikenal masyarakat sebelumnya.

J.K. Rowling kembali menekuni sesuatu yang berbeda yang mungkin jauh lebih baru lagi, atau masih belum dikenal oelh pembacanya, barangkali inilah yang menarik menjadi seorangg penulis yang mampu menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.

Baca Selengkapnya ....

Tuhan Yang Satu, Tuhan Kita Semua

Posted by Unknown Sunday, 19 May 2013 0 komentar
Hidup dan kehidupan adalah ke-satu-an yang tak terpisah, sehingga satu sama lain bertautan dan saling berkaitan. Kita mencoba untuk berpikir tentang teologi, maka disitu akan muncul sebuah persepsi yang beragam, barangkali menjadi sangat tepat, ketika kita berpikir satu Tuhan berjuta-juta penafsiran sesuai dengan otak dan keyakinan manusia itu sendiri.

Mengapa Tuhan selalu diperdebatkan? dalam warung kecil dengan sebatang rokok dan kopi selalu menjadi hangat untuk dikaji, Tuhan selalu disebut ketika kita dalam kondisi yang terdesak...oh my god...oh my god...oh...Allah bagi muslim,,,oh..Tuhan bagi manusia secara umum...oh sang hyang widi bagi orang hindu....Amitaba..bagi orang Budha..Semuanya benar dalam kapasitas dan persepsi masing-masing, sehingga  kita harus menghormatinya, senyampang tidak menggangu satu sama lain. 

Bukan untuk mempropaganda sesuatu yang sangat sensitif, karena keyakinan adalah milik masing-masing pribadi yang bertuhan, dan siapapun tidak berhak mengganggu gugat Tuhan kita, Tuhan mereka, Tuhan kami, dan juga Tuhanku...bahkan kita tidak berhak mengganggu Tuhan orang yang tidak beragama sekalipun.

Islam, Hindu, Budha, Kristen Protestan, Kristen khatolik, Konghucu, berjalanlah sesuai dengan keyakinan dan ajaran yang diyakini, tidak perlu saling menghujat dan mencaci maki, karena semuanya bersifat pribadi dan hanya ada di dalam hati yang paling dalam.

Petunjuk Tuhan ada dimana-mana, walau kadangkala hidayah itu muncul ditempat dugem, dikamar kecil, diruang-ruang kesibukan, dan tiada batas, ketika kita semua berusaha untuk memahami diri, manusia, alam dan Tuhan itu sendiri, maka keyakinan dan kesadaran diri akan memenuhi ruang-ruang jiwa yang kosong.

Apakah Tuhan jahat??ketika dalam kondisi terdesak, dimana air mata tiada henti mengalir pada lesung pipi yang semakin mengering, muncul permohonan dan pertolongan pada Dia yang kita yakini, meski berbeda arah dan tujuannya kemana. Tuhan tidak pernah jahat dan tak pernah melakukan kejahatan, apa yang diperintahkan, dan bagaimana pula larangan itu diterapkan dalam kehidupan, sesunggunya hanya diperuntukkan bagi manusia dan alam seisinya.

Semakin kita mengejar untuk mengetahui, siapa Tuhan kita, maka disitu pula kita akan tenggelam dalam kawah candradimuka ketidaktahuan, dan muncullah persepsi saling membenarkan satu sama lain, dengan alasan idiologi dan keyakinan.



Baca Selengkapnya ....

Mencari Tuhan Dilorong Gelap IV

Posted by Unknown 0 komentar
Kembali lagi keperaduan yang sunyi, tumpukan kertas dan sampah yang berserakan mengitari, sesekali kupandang dan mengelengkan kepala...katanya kebersihan adalah sebagian dari iman, apa betul demikian!! entahlah,...heran dan bingung sekaligus menjadi satu,,karena yang suka bermalas-malasan dan seringkali  kurang peduli dengan hal yang menyebabkan kotor itu adalah orang muslim sendiri,...sehingga terkesan apa yang sering diucapkan hanya topeng semata untuk mengkelabui lawan-lawannya.

Dalam kesendirian, mencoba untuk melihat, mendengar, dan memahami suara hati yang tak pernah lelah bersahutan, kadang tertawa,,kadangpula menjerit laksana bunyi terompet, ketika memasuki tahun baru masehi. Langkah masih cukup jauh, jalan gelap dan terang seakan beda tipis didepan mata, karena hampir setiap manusia menjalani lorong gelap dan terang itu...

Detak waktu seakan terus bergulir dengan kencang, kesunyian menepis gundah gulana,,,kesendirian seringkali menimbulkan tanda tanya, tentang diri, mereka dan yang ada dihati...bukan lantas meminta ataupun memohon untuk dipahami, tetapi otak ini terus berupaya membaca dan berusaha memahami mengenai konstek sosial yang terus berubah dan bergerak memenuhi panggilan alam.

Berlari-lari, sejenak berhenti, lalu kemudian pergi kembali, inikah pencarian gila itu? semuanya masih belum dimengerti dan dipahami,,,,ketika kebanyakan memakai logika matematis, akupun seringkali memakai logika intuitif untuk mengenal-Nya...siapa Dia??akupun masih belum tahu yang sebenarnya, karena begitu banyak tanda tanya untuk senantiasa dijawab dan mendapatkan jawaban...

Aku bukan filosof, bukan pula ilmuan, bukan politisi, bukan jutawan, bukan pula milyarder, aku bukan penguasa yang hidup dibawah ketiak rakyat, bukan pula pedagang yang hanya berpikir tentang hasil dan untung-rugi...Meski jalanku dianggap sia-sia, biarlah itu semua persepsi mereka, dan aku sangat menghormatinya terhadap kritik dan saran dengan ketepatan dosis yang dimunulkan dari bibir mungil yang indah....

Mungkin saja hari masih begitu petang, hingga aku harus berjalan dengan penuh hati-hati dan pelan-pelan untuk sampai pada tujuan, meski tak secepat kilat yang bisa menyambar apa saja yang dikehendaki...

Kuyakini jalanku masih panjang...dan terang pasti  kugapai diwaktu yang tepat nan indah..sehingga kenikmatan itu mampu kugenggam dalam pesta kedamaian jiwa.



Baca Selengkapnya ....

Kita Mulai Dari Diri Kita Sendiri....

Posted by Unknown Saturday, 18 May 2013 0 komentar
Hembusan angin malam ini, membawa desir yang menyejukkan dalam langkah yang masih gelap, namun dibalik kegelapan itu masih kuyakini banyak titik terang yang akan dilewati, hingga sebongkah cahaya harapan itu betul-betul menjadi nyata, dan bisa dirasakan nilai dan manfaatnya.

Cukup mudah bagi kita untuk membaca, memahami dan menilai orang lain, apalagi menilai sisi negatifnya yang acapkali melumatkan kebaikan-kebaikan yang sudah dilakukan. Sangat tidak elok kaum yang katanya intelektual menghujat saudara-saudaranya sendiri, meski itu berbeda pandangan dan keyakinan..ketika menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, pluralisme, humanisme, hal ini kami rasa dinegeri tercinta ini masih berjalan 30 persen, bahkan bisa tidak sampai, artinya masih banyak sisi yang itu mengarah pada sesuatu yang tidak toleransi (intoleransi).

Memahami diri sendiri memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi merangkai kata untuk diucapkan, tetapi proses renungan, berpikir sampai pada titik yang terdalam, serta peka terhadap situasi dan kondisi sosial, maka akan berdampak sedikit banyak merubah bangunan berpikir, hingga bangunan tersebut kokoh dengan fondasi yang kuat, dan menjelma dalam karakter serta kepribadian kita dalam sehari-hari.

Apapun bentuknya, sejatinya yang menjadi keyword kehidupan ini adalah ilmu pengetahuan, "siapa yang berpengetahuan, maka akan Ku-tinggikan derajatnya" itulah salah satu janji Tuhan yang sangat nampak keberadaannya bagi proses berjalannya hidup ini. hidup sekali saja didunia, setelah itu mati pasti terjadi, hanya sang maha kuasa yang tahu segalanya. apa yang akan terjadi diesok hari? tidak banyak orang yang mengetahuinya, sehingga nilai dan kebaikan-kebaikan berdasarkan hati nurani haruslah tetap dipertahankan, bahkan nyawa sekalipun yang menjadi taruhannya.

Visi dan misi dalam setiap pribadi untuk melangkah dalam kehidupan dihari esok, semuanya sudah terprogram di Lauhun Mahfudz, tinggal bagaimana kita yang berposisi sebagai seorang hamba, khlifah fil ard, bani Adam, makhluk individual, makhluk sosial, mampu menyeimbangkan dan menyelaraskan semuanya untuk mencapai cita-cita yang paling jaya selama menjalani hidup didunia ini. bukankah hidup adalah coretan kisah yang akan menjadi lembaran demi lembaran, sehingga orang lain tahu, seperti apa hakekat yang sebenarnya dalam diri kita sendiri.

Kembali lagi masuk pada jiwa yang terdalam dengan melakukan proses perenungan, memasukkan fakta-fakta yang terjadi dalam dunia nyata, kemudian mengelola keduanya, sehingga hasil dari kelola tersebut, bisa kembali lagi dimuntahkan menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat umum tentunya. 



Baca Selengkapnya ....

Kategory

Flag Counter

Followers