Showing posts with label cerbung. Show all posts
Showing posts with label cerbung. Show all posts

Akhirnya Kau Menikah Juga....!

Posted by Unknown Monday, 10 June 2013 0 komentar
Saat kau hadapi gelombang besar itu, mungkin saja sedikit orang yang tahu, dan mungkin saja orang akan menganggap itu semua adalah hal yang biasa-biasa saja, tetapi tidak bisa dipungkiri kemudian bahwa gejolak jiwa itu semakin membesar dan meledak pada waktunya dimana Pusaran Cinta Untuk Memilih!! Tidak pernah dimengerti ataupun dipahami, kapan waktu itu menyatu antara angin dan daun-daun yang menghijau, Barangkali ini masih lembaran pertama yang kau buka dengan ketabahan dan keikhlasan, sementara hidup itu bagaikan perjalanan yang kadang terjal, licin, bahkan banyak orang yang tidak pernah tau seperti apa masa di depan kita. Romantika kehidupan akan selalu beriringan dengan canda tawa, duka dan air mata, sebagai bentuk siklus yang merona.

Rasa syukur tak terhinggap dalam jiwa, saat kebahagiaan itu hadir ditengah-tengah kita, Kasih Ibu Yang Tak Akan Pernah Pudar.. begitu pula dengan engkau saudaraku,..meski tangis, hujan yang membuat licin, serta pertentangan tak kunjung usai,diamana Perjumpaan Yang Dramatis akhirnya kau tebas dengan keseriusan dan keikhlasan untuk menjalani semuanya, meskipun Ada Luka Dibalik Fakta sementara itu jangan pernah kau bunuh semangat itu dengan jemari lentikmu yang telah menggapai dendam dan rindu dibalik restu sang ibu.. Saat malam menari dengan lengkingan ayat-ayat Tuhan, semua makhluk bertasbih tanpa diam, Menunggu Waktu Untuk Menjawabnya meski kita tak pernah tahu seperti apa doa mereka untuk Tuhan dan untuk kita semua. tatkala fajar mennyingsing kadangkala ketakutan itu bermain-main dikepala menjadi bagian Takut-dengan-bayangmu, meskipun ketakutan itu akhirnya kau tepis dengan pembuktian.

Mungkin saja banyak orang menyepelekan atas tindakan yang menjadi keputusan pribadimu yang dianggap sepihak, sementara pihak-pihak yang lain masih belum menerima setulusnya atas cinta sucimu yang telah lama terkubur atas perbedaan ras, namun semuanya menjadi universal, ketika hati sudah menjadi satu, dan melupakan perbedaan-perbedaan yang kerapkali hanya menjadi nyanyian yang menggunjingkan satu sama lain.

akhirnya kau menikah juga!, meski harus melawan "ketidakrelaan" mereka menerima sepenuh hati, karena masih menganggap perbedaan derajat selalu membayangi dan menghampiri. Inilah jalan hidup itu yang terbuka menjadi petunjuk bagi ummat manusia, mungkin saja orang yang sadar dan mendapat petunjuk mampu berbesar hati ditengah-tengah kelompang perbedaan ras yang tak perlu untuk diperdebatkan, apalagi dipertentangkan.

Bersambung.....

Baca Selengkapnya ....

Betapa Aku Takut Dengan Bayangmu...

Posted by Unknown Wednesday, 29 May 2013 0 komentar
Malam-malam yang penuh dengan kegelisahan, dan nyanyian sumbang dalam setiap kebohongan tak akan pernah menyelesaikan persoalan, begitu pula dengan peristiwa hidupku yang berjalan pada lorong yang licin dan penuh dengan bebatuan, sesekali aku harus berjalan dengan memperlambat langkahku untuk mencapai tujuan yang selalu menjadi impian.

Antara harapan dan kenyataan, hampir selalu tidak sebanding, apakah rasa syukur yang sangat minim atau bentuk arogansi tanpa sengaja yang selalu ditampakkan, hingga begitu susahnya segenggam restu untuk kudapatkan. Aku sadar bahwa kasih-ibu-yang-tak-akan-pernah-pudar.

Sesudah perbincangan dengan umi pagi itu, betapa gelisahnya diriku, hingga tengah malam dalam lamunan antara cinta dan kasih sayang harus terbelah, dan seakan seperti gelas yang pecah. Pikiranku begitu kalut dan tak mampu menjawab apa yang menjadi keinginan Umi dan segenap keluarga, sementara aku tetap beranggapan bahwa mereka tetap tidak menghormati, apalagi merestui cinta pilihanku.

Apakah aku salah, bila yang kucintai adalah orang jawa? kalau dianggap salah, kemudian dimana letak kesalahannya, itulah gumam dalam hatiku yang menyeruak setiap saat tanpa aku minta...Betapa aku amat menyesal terlahir dalam golongan mereka yang sangat arogan dan beranggapan paling mulia diantara makhluk lain, sementara pikiran dan perilaku mereka sama saja, bahkan lebih parah.

Waktu terus bergulir bak air yang mengalir, detik-detik impian itu akan sampai pada dermaganya..kembali aku merenung dalam kisah yang panjang, ketika aku dalam kondisi yang teramat bahagia, disitu harus tercecer luka-luka, dan ketika aku berusaha untuk mengobati luka itu, maka luka yang lain akan nampak dan muncul, sehingga akupun tak kuasa menahan perih yang sangat sakit dan menusuk jantung itu.

Diruang pojok itu, tanpa bahasa air mata menetes..aku duduk sendiri dalam lamunan yang membisu, betapa ketakutan-ketakutan mulai membayangi dan mempengaruhi hidupku, hingga wajah Umi selalu aku pandang dengan cucuran air mata, betapa nestapanya diriku, ketika dihadapkan pada suatu pilihan yang semestinya aku pilih semuanya, bukan salah satunya, tetapi kenyataan ini terus memaksaku untuk tetap memilih......entahlah, aku jalani saja hidup ini meski ketakutan-ketakutan selalu membayangi didepan kelopak mata pikiranku.

 Bersambung...
 

 


Baca Selengkapnya ....

Kasih Ibu Yang Tak Akan Pernah Pudar..

Posted by Unknown Tuesday, 28 May 2013 0 komentar
Semerbak aroma bunga dalam kerinduan yang melekat dalam jiwa, akan selalu terdengar meski gelombang besar mencoba untuk menghapus segala pertautan, karena hidup ini tak akan pernah terhenti disini, hingga ujung kematian memisahkan diri dari raga.

Tak bisa kubayangkan goresan yang siap menyayat jiwa yang penuh dengan kasih sayang, sementara desakan-desakan dari pikiran-pikiran eksternah terus mendesak dan tak mau menerima kenyataan, itulah dimana salah satu temen, Sebut saja namanya Gery  (nama fiktif), yang harus melakukan perlawanan secara halus karena tekanan dan kekangan menjadi virus yang harus membuatnya memberontak setiap sesaat.

Ketika air mata itu mengundang tangis dan aliran kebencian yang tak berpihak, tersudut dalam arah kegamangan, namun Gery sudah mampu menepis kegamangan itu, sehingga kisah yang terus berjalan dalam pusaran-cinta-untuk-memilih hingga pada akhirnya pelaminan itu menunggunya untuk menuai cinta yang akan seluruhnya tertumpah dalam hati sang pujaan hati.

Kemana hati ini akan mencari obat penawar dalam segala luka  yang tersayat oleh tradisi yang mengekang, betapa rindu sang ibu tak akan pernah pudar, sebab cinta dan keinginannya yang begitu besar, sehingga nurani itu bagai tergores oleh pisau yang tajam.

Waktu terus berjalan, perlahan-lahan Gery mendekati ibundanya, dalam suasana hening Gery berusaha untuk mengutarakan keinginannya soal bagian dari jiwanya yang terbuang oleh adat mereka, Mi...sejenak keheningan terdiam dalam suasana sepi, Ia Ger..sini nak mendekatlah ke Umi...Mi sebenarnya ada hal penting yang ingin kuutrakan pada umi, soal aku, dan hidup yang ingin kujalani, tapi......Sejenak Gery terdiam dan terpaku....tapi apa nak, jawab Uminya...Dengan mengambil nafas panjang, Gery mulai mengutarakan kegelisahan dalam hatinya, Mi...dengan segala hormat, dan permohonan maaf, anakmu ini mungkin selalu membuat kesalahan yang teramat sangat, anakmu ini sering tidak patuh dan melanggar aturan keluarga dengan selalu keluyuran tiap malem, maka malam ini aku bersimpuh dihadapan umi memohon maaf dengan ikhlas dan kerelaan hati.

Anakku...maafku dalam hati akan selalu dan terus ada untukmu, cinta dan kasih sayang seorang ibu pada anaknya sampai kapanpun tak akan pernah pudar, maafkan Umi juga anakku, sebab seringkali larangan dan berbagai aturan yang dibuat hanya semata-mata karena cinta dan kasih sayang yang melekat pada diri ini untuk anak-anaknya, bukan untuk siapa anakku...ya, sekarang katakan dan sampaikan pada umi, apa yang engkau ingin utarakan? Kembali keheningan pagi yang sejuk itu menyeruak dalam pikiran Gery, antara ragu dan bimbang untuk mengutarakan perihal isi hati tentang masalah hidup dan masa depannya dengan kekasih sang pujaan hati..

Umi....Gery memulai perkataanya, yang ingin anakmu katakan ini mungkin saja adalah hal yang dibenci atau tidak sesuai dengan harapan keluarga, tetapi apa boleh buat ini merupakan pilihan dan jalan hidupku, apapun resiko yang akan terjadi, tentu anakmu ini sudah siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi, sebab cinta, kasih  sayang, dan harapanku sudah bulat dan aku putuskan untuk melangsungkannya umi.. ia, apa itu nak...Umi Gery memandang anaknya penuh keheranan, karena tidak biasanya putra busngsunya itu berbicara halus dan sangat sopan, seperti yang terjadi pagi ini. Kecurigaan mulai merayap pada pikiran ibunya Gery..

Gery kembali menarik nafas panjang, sebelum mengutarakan isi hatinya yang sudah lama terkubur dibalik kebohongan-kebohongannya. Gery kembali lagi memulai perkataannya, Umi sekali lagi anakmu ini memohon dan meminta maaf dengan kegala keihlasan dan kerendahan hati, aku sampaikan pada umi sekaligus memohon doa restu dengan penuh harap, bahwa pada bulan mendatang anakmu ini akan melangsungkan pernikahan dengan kekasih pilihan hati, karena Gery yakin terhadap  perempuan yang akan menemani hidup anak umi ini sudah tercipta untukku dan akan selalu menjadi pendamping hidupku, meski keluarga sangat tidak menginginkan hal ini, tetapi ini sudah menjadi pilihan hati, dan InsyAllah ini adalah kehendak yang maha kuasa..Keheningan kembali menyeruak dalam pikiran masing-masing, Ibu Gery terdiam antara percaya dan tidak percaya dengan keputusan anaknya yang tetap dianggap menyalahi kebiasaan dari bangsanya,,. ibu Gery sudah tidak tahan, dan air matanya itu berderai perlahan, mendengar ucapan anaknya, tetapi apa boleh buat keputusan Gery sudah bulat, meski restu ibunya tak mampu Gery genggam untuk dibawa kepelaminan.

Sang ibu pun menundukkan kepalanya, selendang yang menjadi kerudung itu pun dibuat untuk mengusap air mata yang mengalir perlahan tanpa henti, bagai aliaran air kecil diparit yang jernih mengalir kesebuah lembah, terasa melayang dan penyesalan kembali dalam alunan jiwa sang ibu..dengan berat hati akhirnya sang ibu berkata, Nak Umi tidak bisa memutuskan, atau bahkan mengamini keputusanmu, tetapi apa yang kamu lakukan,,kasih sayang ibu tidak akan pernah pudar untukmu....

Bersambung >betapa-aku-takut-dengan-bayangmu

Baca Selengkapnya ....

Penuhi Cintaku Dengan Ayat-Mu

Posted by Unknown Saturday, 25 May 2013 0 komentar
Malam kian menyepi, pelan-pelan keramaian mulai kembali satu persatu pada persinggahan, canda dan tawa sudah tak terdengar lagi, menunggu hari esok dan berharap mentari hadir dengan cahayanya yang cerah, dan mampu menerangi kegelapan dalam hati yang seringkali tak tentu arah.

Dengan ditemani segelas kopi dan rolok eceran, asap itu mengepul terbang keangkasa, seakan tanpa beban dan lenyap ditelan hembusan angin malam. Ya Tuhan yang agung penuh dengan kasih dan rahmat bagi semesta alam, tentu saja aku ingin bergerak dengan cinta yang tertoreh dengan ayat-Mu, meski teramat berat ujian dan cobaan yang harus kudaki. Sesekali air mata ini jatuh tak tertahan dan terharu dalam gubangan rindu didasar jiwaku.

Dimana emosi terbangun saat pertautan mulai muncul, tanpa sengaja, aku mendengar, melihat senyum yang polos tanpa keraguan, serta pergaulan yang lincah menjadikan jiwa ini seperti tersedot dalam keinginan yang besar untuk melakukan kebaikan, tetapi entah mengapa aku sungguh tak kuasa untuk melepaskan kata-kata yang harus kuucapkan, bukan tidak berani ataupun cengeng dengan semua kondisi jiwa ini, tetapi begitu berat untuk merangkai kata yang terucap.

Kembali lagi kedalam diri yang masih penuh dengan taka-teki, bukan untuk menyesali, tapi untuk dimengerti, walaupun pada kenyataannya cinta dan persaudaraan masih sangat tipis perbedaannya. Tuhan maha sengaja menciptakan segalanya.

Jika hidup ini memang adalah pilihan dan semuanya wajib untuk memilih jalan yang sesuai dengan kapasitas yang kita miliki, tentu, inilah jalan itu yang aku mampu, meskipun kadangkala susah untuk dipahami, apalagi dijelaskan pada orang lain, cukuplah aku dan Tuhanku yang mengerti segalanya.

Begitu dalamkah rasa dalam hati ini, hingga desiran ombak yang bergulung dijiwamu mampu aku rasakan berhembus pada dinding hati, entah mengapa tiba-tiba terasa sesak dan sedih, bahagia berbaur menjadi satu dan bawaan tubuh ini seperti panas dan dingin, menyelinap pada dinding jiwa yang terus bergelora, bagai pancaran cahaya yang kadang redup, dan kadangpula memantul dengan terang benderang.

 Harapku tak ingin lelah, pada yang kuasa aku berpasrah, rindu dan benci jadilah satu..karena itu adalah pertemuan kehidupan, sebelum perpisahan itu harus berakhir....

Bersambung>>


Baca Selengkapnya ....

Pusaran Cinta Untuk Memilih!!

Posted by Unknown Wednesday, 22 May 2013 0 komentar
Mentari yang tertutup awan hitam menjadikan suasana hati semakin tidak karuan, meski hidup  selalu diiringi dengan senyuman, namun goresan-goresan luka dalam hati tidak bisa kita singkirkan begitu saja, sebab cinta, air mata, dan canda tawa sebagai simbol kebahagiaan adalah pertautan yang tiada letih bersahutan.
Awal kisah ini dimulai dari perjumpaan yang tiada disengaja sebelumnya, tanpa diminta ataupun diinginkan...sehingga tidak bisa dipungkiri cerita inipun menuai air mata dan gelisah jiwa yang merona...Sebut saja namanya Gery (nama fiktif), anak kuliahan yang mempertaruhkan hidupnya demi menggapai cintanya terhadap Reni (nama fiktif ). Gery adalah anak yang berpikirnya sedikit liar, meski bisa dikatakan ia adalah anak yang agak pendiam, tetapi keinginannya cukup kuat terhadap apa yang menjadi keinginan, bahkan demi mencapai cintanya untuk singgah dipelaminan, ia pun harus mengulur waktu sebagai salah satu strategi mencapai keinginannya, problem hidup ia hadapi sendiri, bukan lantas persoalan ekonomi yang paling mendasar, tetapi problem adat-istiadat yang kemudian disangkut-pautkan dengan keyakinan, dari sinilah kisah itu dimulai untuk memilih, pilihan yang dilematis. 
Tanpa harus diminta, mestinya mereka harus mengerti dan memahami keinginan yang terbaik yang menjadi pilihan Gery, tetapi apa boleh buat hal tersebut justru menjadi pertentangan yang tak berbatas antara cinta dan budaya, sehingga salah satunya harus mengalah untuk menjalani pilihan hidup yang menjadi keputusan.

Dalam perjalanan cintanya, Gery pun sempat mengambil keputusan untuk meninggalkan Reni, dan akan mengubur kenangan yang sudah dibangunnya selama bertahun-tahun...Ren...kamu tahu kan bagaimana orang tuaku? kemaren aku ceritakan pada orang tua, hal ihkwal hubungan kita...dan aku dengan tegas dan jujur menceritakan situasi dan kondisi kita, bahkan aku juga mendeskripsikan kondisi keluargamu, sosokmu yang mengagumkan bagiku, juga aku ceritakan pada ortu...tapi..........Sejenak Gery menghentikan ucapannya...dan tak kuasa menahan air mata, sebelum melanjutkan perkataannya...Tapi apa Ger...timpal si Reni....Gery pun semakin terdiam dan membisu...Heningpun semakin sunyi dalam suasana haru...dengan terbata-bata Gery menenangkan diri dan akan melanjutkan perkataannya....Ren, kamu harus janji dulu padaku,....Ia emang kenapa, dan kenapa pula kamu sedih....tapiny itu lho kenapa....ada apa dengan orang tuamu...kalau orang tuaku fine-fine aja tuh...Gery, ia aku paham, orang tuamu memang fine-fine aja dan tidak ada persoalan dengan keluarga yang disini, Kamu harus kuat dan sabar ya...terus terang aku sudah tidak tahan dengan kondisiku ini Ren, aku terpaksa dan harus memaksa bahwa hubungan kita cukup sampai disini saja, sebab ortuku mengingikan aku untuk nikah dengan bagsaku sendiri, sungguh begitu kejamnya mereka, aku tidak boleh menikah dengan orang China, Madura, Apalagi yang masih keturunan jawa, ini sungguh tidak adil, aku uga ingin menjerit dengan nasib kita ini Ren.. Reni pun terdiam seribu bahasa, pelan-pelan air mata itu jatuh perlahan, nafaspun semakin keras berhembus, bagai diburu oleh hantu yang bermain-main dipikiran dan bayangan..

Sejenak heningpun kembali menguasai jiwa mereka, waktu pun berlalu begitu saja, Tiba-tiba Reni mengagetkan Gery, Ia sudah tak sadarkan diri, mendengar apa yang disampaikan oleh Gery, perihal putusnya cinta karena suatu pilihan. Gery pun bingung dengan kondisi Reni yang sudah merebahkan kepalanya di atas paha Gery dengan kondisi tak sadarkan diri..Gery segera mengambil minyak angin dan mengeluskan ke leher Reni, serta menggosok-gosokkan ke bagian keningnya...beberapa jam kemudian Reni sadar, dan air matapun berderai dengan kencang, sambil memeluk Gery,, setega itukah orang tuamu dan dirimu memperlakukan kasih sayang dan cintaku yang selama ini sudah aku luapkan semuanya hanya untukmu, bukan untuk siapa, bukan pula untuk orang taumu Ger...setega itukah engkau mengambil keputusasn sepihak saja, tanpa memikirkan kondisiku dan keluargaku yang sudah sepenuh hati menerima engkau apa adanya..Gery pun tak kuasa menahan sedih, dan air mata itu kembali jatuh kepangkuan si Reni.

Hari-hari berlalu begitu cepatnya, Gery dan Reni masih sama-sama saling merenungi mengenai persoalan tersebut, Dengan tangis yang hampir tiap hari menguras tenaga dan pikiran Reni, hingga pada perasaannya yang terdalam, Reni masih setia menunggu Gery untuk kembali kepangkuannya.

Dalam Renungan Gery yang sudah berjalan berhari-hari, akhirnya Gery memutuskan kembali ke Reni, tekadnya semakin bulat untuk mengakhiri hidup lajangnya bersama Reni, pilihan hidup yang sudah diyakini, merupakan Ketentuan Tuhan yang tidak bisa dipungkiri, meski orang tua, saudara, dan adat sekalipun masih tetap berupaya menghalangi keinginan Gery untuk menikah..
"Tak terasa berjalan diatas krikil tajam mengguyur air mata membasahi tubuh...inilah kehidupan yang pedih dan pahit... mereka hanya bisa tertawa, marah sebagai lawan dari kehidupanku.." Hati Gery pun bergejolak bagai besi yang mencair karena terbakar panasnya emosi, antara rindu, benci, sayang, sudah berbaur menjadi satu, dan Gery tidak bisa berpaling dengan apa yang sudah dilakukan, nasi sudah menjadi bubur.

Inilah kondisiku dengan bentuk kelebihan dan kekurangannya,...sekali lagi kamu mau kan menerimaku apa adanya.....Tentu Ger...apapun resiko hidup yang menjadi pilihan kita, maka kita harus menjalaninya,,aku tidak tahu juga, apakah ini semua garis hidup kita yang penuh dengan kerikil tajam, cobaan dan rintangan yang tak pernah berhenti, tetapi aku mencoba untuk sabar dan ikhlas menerima segalanya.

Sampai detik ini, aku juga masih belum tahu, apakah merekan akan menerima keputusan kita, atau justru sebaliknya, tapi yang jelas, kita harus segera menikah dan menjadikan semuanya halal bagi kita, dan yang paling penting semuanya tidak melanggar aturan agama, dan adatpun tidak bisa menggugat dan mempermasalahkan tentang keinginan kita untuk menikah.



Baca Selengkapnya ....

kami bukan budak tuan!!!

Posted by Unknown Monday, 20 May 2013 0 komentar
Kisah yang tak boleh terulang kembali...
Kisah yang membuat nurani yang mendengar dan melihatnya terkoyak...
Demi uang, jabatan, dan harta benda, kau rela memperbudak saudaramu sendieri yang setanah air dan sebangsa..

Peristiwa yang memilukan, ditengah-tengah sulitnya perekonomian, masih ada proses pemanfaatan, sekaligus pengebirian,. seperti hewan yang hendak akan dibawa kepasar..

Bangsaku menagis dan menjerit,,rakyat kint tidak menentu nasibnya,,,dimana sulitnya mencari pekerjaan adalah salah satu faktor terjadinya perilaku yang menyimbang atas besarnya ambisi untuk menghasilkan uang yang melimpah ruah, meskipun harus mengorbankan anak-anak bangsa yang masih polos untuk mencari kerja demi sesuap nasi yang penuh dengan harapan....

Tuan kami bukan budak,,,kata retno (nama samaran), mengapa tuan begitu kejam dengan memeras keringat kami dan menjadikan kami sebagai mesin pencari uang...Tuan kami bukan robot, kata-katanya lirih dan lunglai, karena sudah setengah hari tidak makan...

Hey....kamu masih muda dan berotot...inilah dunia kerja yang perlu kamu pahami....kalau perusahaan kami maju, negeri ini juga akan maju...kamu kan butuh uang dan pekerjaan,,,dan kami butuh penghasilah yang melimpah dengaan modal sedikit dan menghasilkan uang banyak....aku ini bos-mu, ingat itu...ayo kerja,...kerja..kerja...

Tuan, ini bukan sekdar pekerjaan...tapi ini perbudakan tuan...apa tuan tidak punya hati nurani mempekerjakan kami tanpa belas kasihan, sanggah Retno...

heh..anak muda, kamu mau mengurui kami....ayo cepat kerja,,,apa kamu agak mau makan hari ini...sekali lagi masih membantah, tak masukkan kamu kedalam tong, dan akan kami buang kelautan, biar ikan-ikan itu kenyang...mau kamu...

Maaf-maaf tuan...tanpa pikir panjang, Retno kembali kelapangan, dengan sedikit tenaga ia ayunkan kembali pasir-pasir yang berserakan, untuk dijual...

Beberapa hari kemudian...para pemuda dan pekerja yang diperbudak lainnya,,,berpikir hendak melarikan diri, karena sudah tidak tahan dengan kesewenang-wenangan dan perbudakan itu...ssebut saja namanya Lily dan Retno...tepat jam setengah tiga malam, mereka celingak-celinguk hendak melarikan diri...merasa sudah aman dan tak ada penjaga, mereka segera menyelinap dan naik keatas pagar, yang sudah dipersiapkan dari tadi siang...alhasil mereka bisa lega melarikan diri dan selamat dari intaian para dajjal-dajjal yang memperbudak mereka setiap hari..

Dua pemuda ittupun melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak yang berwajib, juga melaporkan kejadian itu pada pihak yang berwenang,,,dari situlah peristiwa itu terungkap, dan para pelakunya ditangkap...sungguh teramat kejam perbudakan itu,,dan merampasd jiwa-jiwa yang polos hanya mencari sesuap harapan ditengah-tengah sulitnya ekonomi.

Baca Selengkapnya ....

Mencari Tuhan Dilorong Gelap IV

Posted by Unknown Sunday, 19 May 2013 0 komentar
Kembali lagi keperaduan yang sunyi, tumpukan kertas dan sampah yang berserakan mengitari, sesekali kupandang dan mengelengkan kepala...katanya kebersihan adalah sebagian dari iman, apa betul demikian!! entahlah,...heran dan bingung sekaligus menjadi satu,,karena yang suka bermalas-malasan dan seringkali  kurang peduli dengan hal yang menyebabkan kotor itu adalah orang muslim sendiri,...sehingga terkesan apa yang sering diucapkan hanya topeng semata untuk mengkelabui lawan-lawannya.

Dalam kesendirian, mencoba untuk melihat, mendengar, dan memahami suara hati yang tak pernah lelah bersahutan, kadang tertawa,,kadangpula menjerit laksana bunyi terompet, ketika memasuki tahun baru masehi. Langkah masih cukup jauh, jalan gelap dan terang seakan beda tipis didepan mata, karena hampir setiap manusia menjalani lorong gelap dan terang itu...

Detak waktu seakan terus bergulir dengan kencang, kesunyian menepis gundah gulana,,,kesendirian seringkali menimbulkan tanda tanya, tentang diri, mereka dan yang ada dihati...bukan lantas meminta ataupun memohon untuk dipahami, tetapi otak ini terus berupaya membaca dan berusaha memahami mengenai konstek sosial yang terus berubah dan bergerak memenuhi panggilan alam.

Berlari-lari, sejenak berhenti, lalu kemudian pergi kembali, inikah pencarian gila itu? semuanya masih belum dimengerti dan dipahami,,,,ketika kebanyakan memakai logika matematis, akupun seringkali memakai logika intuitif untuk mengenal-Nya...siapa Dia??akupun masih belum tahu yang sebenarnya, karena begitu banyak tanda tanya untuk senantiasa dijawab dan mendapatkan jawaban...

Aku bukan filosof, bukan pula ilmuan, bukan politisi, bukan jutawan, bukan pula milyarder, aku bukan penguasa yang hidup dibawah ketiak rakyat, bukan pula pedagang yang hanya berpikir tentang hasil dan untung-rugi...Meski jalanku dianggap sia-sia, biarlah itu semua persepsi mereka, dan aku sangat menghormatinya terhadap kritik dan saran dengan ketepatan dosis yang dimunulkan dari bibir mungil yang indah....

Mungkin saja hari masih begitu petang, hingga aku harus berjalan dengan penuh hati-hati dan pelan-pelan untuk sampai pada tujuan, meski tak secepat kilat yang bisa menyambar apa saja yang dikehendaki...

Kuyakini jalanku masih panjang...dan terang pasti  kugapai diwaktu yang tepat nan indah..sehingga kenikmatan itu mampu kugenggam dalam pesta kedamaian jiwa.



Baca Selengkapnya ....

Mencari Tuhan Dilorong Gelap III

Posted by Unknown Thursday, 16 May 2013 0 komentar
Pada keheningan, Kutatap mega dalam sebingkai harapan..sepinya sang waktu menjadikan jemariku tergelitik kembali untuk merangkai kata menjadi satuan terpadu yang berirama dibalik misteri-misteri yang belum diketahui..

Eh..tanpa kusadari temen-temen dan sahabat-sahabat,,,serta saudara-saudaraku, datang kembali hendak mendiskusikan persoalan pertautan muda-mudi masa kini..dan boby pun memulai perbincangan seputar kisah yang merona...

Boby : oke,,mari kita mulai kembali diskusi malam hari yang tak pernah ada ujung...hhehe...ada yang tahu ngak, kenapa kita harus mencintai, dicintai, dan apa tujuannya??

Ayaz : saya...saya masuk boby,,,eh masuk kemana timpal siboby,,mau ngejawab pertanyaanya....oke silahkan ayaz...kamu memang reaktif ya klo soal gitua....ayaz gitu loh...hahahaha :p   ..ayaz pun kembali dengn celotehannya, kalau menurutku dari pertanyaan si boby, karena kita sebagai manusia punya hati dan perasaan bung boby, bayangkan klo kita ngak punya hati,,,ya kayak embekk gitu deh...

Boby : lalu apa tujuan dari semua itu??

Ayaz : Jelas kita orang punya tujuan yang berbeda-beda...hehehe...sesuai dengan isi kepala masing-masing...

Boby : saya selaku moderator, ada yang mau menyanggah pernyataan ayaz...monggo dipersilahken...ayo Bahron, wah kalo ini banyak pengelaman bro....bayangkan dalam satu periode, dia mampu bermain petak umpet dengan gaya polos, dan ekspresi kesetiaan,,pada hal.....!

Bahron : oke...oke..apa yang dikatakan boby,,,tidak sepenuhnya benar kawan,,karena temanya malam ini seputar muda-mudi, maka saya sedikit mau berbagi cerita,,nah ini kisahku sendiri lo yah...waktu itu, saya sempat kurus karena beberapa hari kurang tidur dan makan pun juga mengurangi...diet mendadak hehehe.....aku pernah pacaran, dan dikhianati oleh pacarku...aduh sakitnya minta ampun bro...tapi namanya juga lelaki,,,ya begitulah ngak jera-jera...hampir masuk pada perguruan tinggi, akupun mengulangi kembali untuk berkiprah dalam permainan emosi...kalo itu dibahas, wah kayaknya ngak ada habis-habisnya nih bro....

akhirnya si rama juga ikut nimbrung dan ketawa-ketiwi dengan wajah polosnya yang sedikit agak nakal untuk memancong emosi....Rama : hehe aku juga punya kisah seputar itu bro...bayangkan dalam satu bulan aku gaet beberapa perempuan muda, cantik, seksi, pokoknya penuh gairah deh...klo ngomong cinta, ini kan sebetulnya karunia, dan bisa terjadi pada siapa saja didunia ini...tidak harus terbatas oleh jarak, ruang maupun waktu.......

Rama pun menambahkan : dalam setiap percintaan benci dan rindu selalu berpasangan bro,,,tak peduli mau yang tua maupun yang muda,,selama masih bertitle manusia saya rasa sama saja kok, tapi aku juga bingung, hendak dibawa kemana rasa cinta, dicinta dan mencintai itu...

Saya..saya...saya masuk, kata takumi, nyeletuk setelah pernyataan si Rama....... soal cinta, asmara, rindu...adalah abgian yang tak terpisahkan jendral...kenapa harus ada cinta, kalau itu hanya membuat luka, kenapa ada rindu,,,kalaupun itu membuat suatu kebencian...tidak usah heran, semua ini kan sudah hukum alam yang patut untuk kita syukuri....kalo ngomong patah hati itu memang lebih berat dari patah tulang bawaannya baraayyyy....sakitnya luar binasa...hahahahah....

lo kok kamu ketawa....kata boby...

Ya biasalah baraayy...meski sering patah...tapi senyum masih bisa tersungging.....kalo menurutku begini, kahirnya Robby yang diam seribu bahasa dan hanya menjadi pendengar setia....angkat bicara juga......begini gimana Rob,,,kata boby...

Robby : kalo menurutku.....tapi kalau aku salah diluruskan ya...karena aku hanya tau sedikit tentang cinta,,,tidak seperti kalian yang sudah bolak-balik meluluhkan hati perempuan....jelas, cinta itu kalo menurutku adalah pertautan emosi, untuk mencinta, bahkan saking cintanya untuk segera memiliki secara totalitas, sehingga kenapa ada kisah romeo dan juliet yang difilmkan dilayar lebar...ada kisah laila dan majnun yang gila karena cinta itu sendiri....kisah ini kan sebetulnya adanya sebuah rasa yang tidak sampai pada puncaknya untuk meraih kebahagiaan itu sendiri, sehingga muncullah kisah-kisah tersebut...romeo dan majnun saya kira itu hanya bagian terkecil dalam sebuah percintaan, dan masih banyak lagi sebetulnya kisah-kisah yang tak pernah lelah menjadi sebuah cerita dalam bentuk tulisan.....hehehehehee...barangkali itu mas baraayyy....makasih...

sejenak suasana menjadi hening mendengar ungkapan dan pernyataan si Robby...seakan terpana dan terpesona,,,padahal si robby hanya taunya berteori saja...hahahahaha................
malam [un semakin sejuk dan hening,,,irama syahdu pun terdengar sayup-sayup dari kejauhan...oke...oke kawan...bobypun memecah keheningan...karena malam sudah larut..bisa kita lanjutkan besook,,gimana setuju....

Ayaz.: klo gua setuju aje pak moderator....sudah waktunya guyonan...hahahahahahahaha

Boby6 : oke kita lanjutkan besok, masih seputar emosi yang menjadi pertautan antar manusia,,,manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan....barangkali selanjutnya ini lebih berat lagi brooo........perbanyak baca buku ya,,,biar refrensinya semakin kaya......

henignpun membubarkan suasana,,,dan semuanya kembali dengan aktivitasnya masing-masing....

Bersambung>>

Baca Selengkapnya ....

Kematian Terselubung, Sebuah Catatan Persinggahan

Posted by Unknown 0 komentar
Kehidupan dan kematian laksana sepasang kekasih yang tidak bisa dipisahkan, semua makhluk dimuka bumi ini pasti akan mencapai disuatu tempat, dimana titik jenuh dan kebosanan menjadi hal ikhwal akan stagnasi dan pemberhentian dalam kehidupan. hidup dan mati tak mungkin untuk dipisahkan, maka jangan pernah takut dengan yang namanya kematian..
Ketika banyak suara yang keluar dari mulut mungil dan merayap pada dinding-dinding untuk didengar, itulah dimana sebuah masalah akan muncul, bergelora, dan berdetak..dan disitu pula munculnya kehidupan yang bisa dilihat dan dirasakan oleh banyak orang.
Barangkali penulis adalah seniman yang buruk, dan acapkali melakukan kesalahan dengan persepsi-persepsi yang dimiliki, baik tentang kematian, kehidupan, yang berserakand alam huruf-huruf. tetapi inilah tanda dan tanya yang membutuhkan jawaban, mengenai indahnya kematian.
Selama berada didunia ini, semua orang dituntut untuk bekerja keras,  untuk masa depan dan supaya bisa sukses dengan simbol memiliki istri atau suami yang cantik dan gandeng rupawan, meiliki mobil dan rumah mewah meski hasil mencuri dengan bentuk administrasi, memainkan kekuasaan dengan nama kewenangan dan hak preogatif, ambisi itulah semua orang memiliki dengan kapasitas yang berbeda, sampai pensiun, dan pensiun itu tidak lain adalah kematian itu sendiri.
Kalau hidup ini kita maknai dan dipersepsikan sebagai tempat singgah sementara, lalu kemudian masih ada kehidupan selanjutnya yang lebih keras dan terjal serta kondisinya cukup suram, maka sesungguhnya kematian itu hanyalah ilusi, artinya tidak ada yang namanya kematian, yang ada adalah sebuah peralihan dari kehidupan dunia pada kehidupan selanjutnya, barangkali itulah keabadian yang tercipta dan masih sangat misteri keadaannya.
Catatan ini adalah suatu hal untuk saling berbagi satu sama lain...meski banyak orang yang nantinya akan mencemoh, bahwa adanya fakta-fakta yang tidak benar, tetapi perlu kita akui bersama bahwa yang namanya kematian akan sampai dimana disitu menjadi penentu bagi perjalanan selanjutnya, apakah kematian itu akan menjadi senym yang indah atau sebaliknya, apakah orang akan menjadi senang atau sedih, tentu ini bergantung terhadap sikap dan perilaku kita dalam keseharian. Barang siapa yang menanam kebaikan, maka akan tumbuh juga kebaikan, begitu pula sebaliknya yang siapapun tidak bis memungkirinya, apalagi lari dari kenyataan tersebut.
Hari berganti minggu, dan minggu pun berganti bulan, rotasi kehidupan terus berputar, tanpa terasa tahun pun berubah dengan ditandai perubahan angka. Banyak orang mengatakan bahwa semuanya adalah sebuah proses, dari tiada menjadi ada, dari ada kembali menjadi tiada, dari tiada kembali menjadi ada kembali, itulah kenapa lingkaran itu akan terus bersambung tanpa ada putusnya.
Meski sudah bertahun-tahun lamanya, tulisan-tulisan yang berserakan tanpa bingkai, tetapi kami kembali memulianya, untuk merangkai kisah-kisah perjalanan hidup yang esensinya akan berada pada tekanan tentang Tuhan, Alam, dan manusia, yang ketiganya tentu akan saling bertautan dan terus akan menjadi kisah yang tak henti-hentinya untuk dibicarakan, barangkali inilah kisah pencarian Tuhan sebagai sebuah bentuk keyakinan yang tak bisa diperjualbelikan oleh apapun yang ada didunia ini.
Bersambung>>>>

Baca Selengkapnya ....

Mencari Tuhan Dilorong Gelap II

Posted by Unknown 0 komentar
Kisah ini merupakan hal ihwal dari perjalanan yang siapapun tidak akan pernah tahu, sampai dimana perjalanan pemahaman kita tentang manusia, alam dan Tuhan itu sendiri. butuh waktu untuk saling memahami satu sama lain.

Kita semua ada, karena keberadaan-Nya, siapa Dia, banyak penafsiran dan persepsi yang berkembang dan terus bergerak, seperti tarian indah yang tak pernah lepas dari pandangan.

Hari bergerak menjadi bulan, begitu pula bulan bergerak menjadi tahun, hari indah kini hanya menjadi kiasan yang hampa..entah kemana lagi membongkar pikiran, hati dan jiwa ini untuk selalu bersujud kepada-Nya...

Disebuah gubuk kecil yang tak begitu jauh dari pinggiran kota, hidup beberapa pemuda yang setiap saat selalu dicekam kegelisahan dengan model-model berbeda mengenai problem yang menimpa. pemuda itu tidak lain adalah Robby, Imam, Ferdi, Ayaz, dan bobby...pertautan diantara mereka, tentu mengenai soal kemanusiaan, kealaman dan ketuhanan itu sendiri, setiap saat berharap dengan cemas akan langkah-langkah yang harus diambil.

Menjadi masalah utama diantara mereka adalah faktor ekonomi, karena semuanya bisa dibilang kere, dan pengangguran tingkat tinggi, tetapi upaya dan usaha selalu dijalankan dengan aktivitas yang minimalis. semua yang mereka gerakkan, hampir setiap saat bergelut dengan pemikiran yang bergerak bagai gelombang.

Malam itu pembicaraan dimulai seputar kondisi yang dialami, mengenai pesan dan kesan, ketika harus berhimpun. dengan nada lemah lembut Ayaz memulai pembicaraan....
Ayaz :Robby ayo kita diskusi, jenuh nih on terus, emang pikiran kita harus dikuras terus-terusan, kan ngak munkgin..
Robby : oke ayaz ayo kita mulai, tapi apa yang harus kita bicarakan??
Boby  : saya...saya..saya, enaknya ngomong masalah cewek bro, aku cukup lumayan refrensi kalo soal itu,, gmana setuju???
Ayaz   : apa ngak basi ngomong begituan??
Boby : tentu tidak ayaz,, jangankan kita, tidak terjebak pada filsafat lubang, bonaparte juga runtuh, gara-gara perempuan men, dan masih banyak lainnya yang bisa kita jadikan contoh, disini kan kita akan mencari solusi nih, tentang hal itu, meskipun ujung-ujungnya, masih banyak pejabat kita yang suka kayak gituan...
Ayaz : ia ya...mereka kan juga suka daging..hehehehe, gimana Rob menurut ente...
Robby : gua terserah kalian aja dah, aku masih pengen jadi pendengar setia dulu...maklum, kekurangan refrensi dan pengalaman soal begituan....

Hening malam terus melambai, pada kesunyian yang mengelitik, aroma rindu yang tak pernah selesai kembali membangkitkan emosi-emosi yang berserakan...disrang inilah tawa dan air mata menjadi saksi...

Bersambung >>

Baca Selengkapnya ....

Mencari Tuhan Di Lorong Gelap

Posted by Unknown 0 komentar
Hidup ini adalah perjalanan untuk senantiasa singgah dan bersifat sementara, siapapun orangnya mau kaya, miskin, hina ataupun orang baik-baik semuanya akan berpulang kepada-Nya.
Apa tujuan hidup kita? sepenuhnya pasti akan mengkerangkai gelisah itu sesuai dengan pemahaman dan persepsi yang dibangun atas dasar perkembangan dan perubahan situasi dan kondisi yang berkembang, disitulah akan sampai pada sebuah dermaga sesuai dengan persepsi kita masing-masing. tidak heran masih banyak berserakan mengenai catatan-catatan pencarian dan kegelisahan yang kerapkali menghantui pikiran dan hati.
Ini adalah lembaran utama yang kucoba untuk diungkap, meski banyak tercecer catatan yang masih mengambang dan tak tentu arah, tetapi secara prinsipil inilah pertautan hitam dan putih, dimana ada gelap, disitulah akan muncul terang, dimana ada kebaikan, disitu pula akan nampak dan tumbuh manfaat bagi diri, maupun lorang lain.
Catatan ini adalah sebuah perjalanan yang memanjang dan tak akan pernah selesai untuk diungkapkan, apalagi dalam bentuk tulisan yang bersifat fiksi, namun penulis disini bukan hanya ingin mengungkapkan hal-hal yang bersifat imajinasi, tetapi ada pesan moral yang menglobal ingin di ungkapkan.
Hidup ini adalah kisah, dan setiap kisah akan ada pahit dan manis, begitu pula dengan fakta-fakta yang menjadi garis dalam setiap kehidupan, patutlah sekiranya untuk disyukuri, meski jalan gelap masih terus ditelusuri.
Besambung>>

Baca Selengkapnya ....

Kategory

Flag Counter

Followers